Beranda » Bibit Buah » Kurma » Sejarah Kurma Tropis di Indonesia
click image to preview activate zoom

Sejarah Kurma Tropis di Indonesia

Stok Tersedia
Kategori Kurma
Tentukan pilihan yang tersedia!
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Sejarah Kurma Tropis di Indonesia

Barangkali sampai detik ini sebagian banyak masyarakat Indonesia beranggapan bila kurma hanya mampu tumbuh di daerah semacam Arab, atau pun di kawasan Timur Tengah. Sebelum mengurai perihal kurma yang mampu tumbuh di lahan tropis, ada baiknya pabila mengetahui kurma merupakan keluarga palma (palem). Kurma berasal dari tanah Arab dan Afrika Utara yang merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di daerah gurun, memiliki kelembaban rendah, dan udara kering. Perlu diingat bila kurma tetap membutuhkan air, tepatnya di kawasan oasis atau kawasan yang memiliki pengairan teknis.

BACA JUGA : Panduan Menanam, Merawat dan membuahkan Kurma Tropis

Sejarah Kurma Tropis

Nah, ada kabar gembira bagi para petani yang bersedia mengalihkan “investasi” hidup mereka ke kurma yang dapat hidup di iklim tropis. Berasal dari Thailand, bibit buah Kurma Tropis ini telah menjamah ke Indonesia yang mana penikmat buah kurma seantero Indonesia demikian banyak. Meruntut sejarah, sekitar tahun 2011, Pak Agus Jamil mencoba memopulerkan kurma yang dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesia. Beliau—setelah berkeliling sebagian negara yang “ditumbuhi” buah kurma—menemukan fakta, bahwa kurma mampu menghasilkan buah mulai dari suhu -5 derajat celcius hingga 50 derajat celcius, begitu pula dari ketinggian -400 m hingga 1500 m di atas permukaan laut (dpl). Di tahun 2012, Pak Muhaimin Iqbal selaku owner Jonggol Farm mulai menyuplai bibit kurma kultur jaringan dan ditanam di Jonggol Farm. Inisiatif Pak Muhaimin berkat melihat fakta bila kebun-kebun kurma di Thailand yang awalnya dari biji, kemudian digantikan dengan bibit kultur jaringan yang lebih genjah, sudah pasti pohon betina dan produktifitasnya lebih tinggi, serta tingkat keberhasilannya sangat tinggi sehingga kemudian lahirlah istilah Kurma Tropis.

kurma indonesia

Beberapa tahun belakangan, sejarah kurma tropis telah menapaki kehidupan baru di tanah Indonesia—yang memiliki lahan tropis. Kurma Tropis, demikianlah nama yang sering kali diucap sebagian masyarakat, sesuai dengan nama latin Phoenix Dactylifera. Kurma Tropis memiliki keunggulan perihal letak ia tumbuh dan hidup. Di kawasan Indonesia yang memiliki iklim tropis, kurma jenis ini dapat meningkatkan produktifitasnya. Satu tandan mampu menghasilkan buah kurma sekitar 5 kg hingga 10 kg. Bagaimana, terkagum-kagumkah? Soal harga pasar, jangan gundah atau pun ragu. Buah Kurma Tropis sejauh ini belum tampak mengalami penurunan harga, malah mengalami peningkatan. Dan perihal permintaan pasar, jangan ragu untuk kedua kalinya. Buah kurma tetap mengalami peningkatan—sejauh ini. Dengan suhu sekitar 32 hingga 35 celcius, Kurma Tropis mampu menancapkan akar-akarnya demi memperoleh kehidupan baginya dan kehidupan bagi petani.

Kurma Tropis di Indonesia akan bertunas ketika usia menapaki angka—sekitar—empat tahun, jika ditanam sedari biji. Hal demikian merupakan imbas dari Indonesia yang memiliki iklim tropis serta kondisi alam yang jauh lebih subur daripada kondisi alam di Timur Tengah. Tunas-tunas tersebut akan tumbuh di sekitar pohon dan ada pula yang tumbuh di pohon. Tidak aneh pabila terdapat kurma yang bercabang. Penyebabnya ialah tunas-tunas tersebut dibiarkan hingga besar, lalu membentuk cabang pohon. Nah, bagi para petani diharap memotong tunas yang tumbuh di atas agar tak memengaruhi produktifitas buah.

BACA JUGA : Cara Mudah Merawat Pohon Kurma

Berbicara mengenai bentuk buah Kurma Tropis, jangan berpikiran aneh-aneh dulu. Buah Kurma Tropis memiliki bentuk yang serupa dengan buah kurma lainnya. Lonjong-silinder, dengan panjang sekitar 3-7 sentimeter, dan berdiameter sekitar 2-3 sentimeter. Saat buahnya telah masak, warna kulit kurma jenis ini dibalut warna merah dan kuning. Memiliki biji tunggal yang tebalnya sekitar 6-8 sentimeter dan memiliki panjang sekitar sekitar 2-2 sentimeter, dan bahkan mampu mencapai angka 5 sentimeter.

Tags: , , , , , , ,

Sejarah Kurma Tropis di Indonesia

Berat 0.5 gram
Kondisi Baru
Dilihat 3.656 kali
Diskusi 3 komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

yaniz
● online
yaniz
● online
Halo, perkenalkan saya yaniz
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: