Buka jam 07.00 s/d jam 22.00 , Sabtu- Minggu Tetap Buka
Beranda » Bibit Buah » Bibit Durian Unggul Terlengkap – Mengupas Durian Dari Penanaman Sampai Durian Berbuah

Bibit Durian Unggul Terlengkap – Mengupas Durian Dari Penanaman Sampai Durian Berbuah

Ditambahkan pada: 10 April 2018 / Kategori: ,
Nama: durian
Tinggi: 70 cm
Stok: Ready Stock
Dilihat: 414 kali
Review: Belum ada review
Rp 75.000
Cara Order How to Order!
Pesan melalui SMS? Klik SMS
Bayar di tempat? Klik COD

Bagikan informasi tentang Bibit Durian Unggul Terlengkap – Mengupas Durian Dari Penanaman Sampai Durian Berbuah kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Bibit Durian Unggul Terlengkap – Mengupas Durian Dari Penanaman Sampai Durian Berbuah

gambar bibit durian unggul

Ahir ahir ini bibit durian banyak diburu masyarakat Indonesia, baik untuk dikebunkan maupun di tanam dihalaman rumah. Hal ini karena buah durian tergolong buah mahal meski banyak orang yang alergi dengan baunya. Selain itu perkembangan bibit durian di Indonesia berkembang sangat pesat baik cara pembibitannya maupun jenis duriannya. Pada artikel kali ini kami akan berbagi info terkait durian mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga pemanenan bahkan beberpa manfaat dan kandungan buah durian.

Hm… baru mendengar istilah durian saja kita bisa membayangkan betapa eksotisnya buah khas tropis ini. Bagi para penggemarnya, tentu mampu menggugah selera seolah mengajak untuk segera beranjak dan menikmati rasa yang khas buah mewah ini. Namun bagi sebagian orang, membayangkan buah ini saja dapat menyebabkan gangguan imajinasi sesaat karena mereka tidak suka aroma maupun rasa yang benar-benar eksotis. Anggapan tentang kandungan kolesterol yang tinggi dan gangguan kesehatan akibat mengonsumsi buah ini menjadi momok bagi sebagian masyarakat.

Lepas dari suka atau tidak suka akan buah istimewa ini, banyak hal yang perlu pembaca ketahui. Buah yang memiliki julukan sebagai King of Fruits ini memiliki berbagai manfaat, baik secara medis maupun ekonomis. Meskipun banyak orang yang menghindari durian dengan alasan kesehatan, namun ternyata buah ini memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Dilihat dari segi ekonomis, jelas bahwa budidaya durian mampu menghasilkan keuntungan yang menjajikan mengingat durian merupakan salah satu buah primadona di negeri ini.

Durio zibethinus adalah nama latin durian secara umum, mengingat tanaman ini memiliki berbagai jenis spesies. Beberapa daerah di Indonesia menjuluki raja buah ini dengan berbagai nama, di antaranya, di Jawa dikenal sebagai duren, orang Sunda menyebutnya kadu, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang, di Ambon dan kepulauan Lease buah ini biasa disebut sebagai Doriang, Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen. Beberapa jenis durian yang terkenal dan banyak peminatnya seperti durian montong, musang king, bawor, pelangi, petruk, duri hitam, D24, dan durian banyuwangi. Untuk lebih jelasnya bisa anda baca disini:

Klik di sini! Lihat 8 Jenis Durian Unggul Yang Cocok Untuk di Budidayakan

Kandungan dan Manfaat Buah Durian

Peminat durian sepertinya tidak salah mengingat si raja buah ini memeiliki berbagai manfaat karena memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan tubuh kita.

Kandungan Buah Durian

  • Buah berduri ini memiliki berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, antara lain vitamin B, C, dan E. Selain itu, durian juga kaya akan mineral, seperti zinc, cuprum, mangan, besi, natrium, magnesium, kalsium, kalium, fosfat, dan lain-lain. Setiap 100g buah durian mengandung 67g air, 28,3g karbohidrat, 2,5g lemak, 2,5g protein, 1,4g serat, serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ.
  • Durian mengandung fenol, flavonoid, dan karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Seperti kita ketahui, antioksidan berperan penting untuk menangkal radikal bebas, yaitu molekul yang bisa merusak sel-sel dalam tubuh. Dalam durian pun terkandung asam lemak jenis n-3 yang dapat membatasi peningkatan kolesterol dalam darah.
  • Beberapa penelitian membuktikan kandungan kolesterol dalam durian nol persen. Ini berarti orang yang mengalami gangguan kolesterol dapat mengonsumsi King of Fruits ini. Namun, konsumsi secara berlebihan tetap tidak dianjurkan terutama bagi orang yang mengalami gangguan kesehatan seperti diabetes karena buah ini mengandung kalori yang cukup tinggi, yaitu sekitar 357 kalori.

Manfaat Durian untuk Kesehatan

Rupanya durian memiliki manfaat tidak terduga, yaitu Berpotensi mengurangi risiko tidak subur pada Polycystic ovarian syndrome. PCOS merupakan salah satu penyebab ketidaksuburan pada wanita usia produktif. Penyakit ini ditandai dengan munculnya kista-kista kecil di dalam indung telur (ovarium). Penyebab PCOS salah satunya adalah resistensi insulin. Penelitian terbaru menunjukkan beberapa kandungan dalam buah durian dapat memperbaiki metabolisme glukosa dan lemak sehingga bisa mengurangi resistensi insulin. Namun demikian, untuk fakta yang satu ini masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Selain dikonsumsi secara langsung, buah ini pun dapat diolah menjadi berbgaia jenis makanan seperti kue tradisional dan campuran untuk beberapa minuman khas. Selain daging buah, biji durian pun dapat dijadikan sebagai kudapan. Namun demikian biji durian harus direbus terlebih dahulu karena biji durian mentah berasa pahit dan mengandung asam lemak siklopropena. Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran.

Sesuai dengan kandungan kolesterol yang rendah, durian mampu menjaga kadar lemak dalam darah. Beberapa bagian tumbuhan ini pun sering digunakan sebagai bahan obat tradisional. Akar tanaman durian dapat direbus untuk dijadikan sebagai obat demam. Daun durian dapat direbus dan dicampur dengan jeringau (Acorus calamus) sebagai obat untuk menyembuhkan cantengan (infeksi pada kuku). Kulit buah durian dapat dijadikan obat ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir (repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan.

Manfaat lain buah durian di antaranya baik untuk pencernaan dan mengatasi sembelit karena kandungan serat yang tinggi. Durian bisa juga digunakan untuk mengatasi anemia berkat kandungan asam folat dan vitamin B9 sebagai produser sel darah merah, sehingga kekurangan darah bisa diatasi. Kandungan vitamin C dalam buah durian baik untuk mencegah terjadinya penuaan dan kerutan pada kulit. Vitamin dalam durian berperan untuk menjaga kerusakan sel kulit. Durian bermanfaat untuk tulang dan persendian dan kesehatan tulang karena mengandung potasium dan kalsium.

Buah durian bermanfaat untuk meredakan stres dan mengatasi depresi mengandung vitamin B6 atau piridoksin. Kandungan senyawa iboflavin atau Vitamin B2 dalam durian bermanfaat untuk mencegah terjadinya migrain. Buah berduri ini mengandung tembaga yang berfungsi menjaga kesehatan tiroid. Kandungan vitamin B1 dalam buah ini dapat menjaga nafsu makan. Terakhir, fosfor dalam durian sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Bahaya Mengonsumsi Durian

Sampai saat ini, hasil dari beberapa penelitian berkaitan dengan efek samping mengonsumsi durian menunjukkan bahwa bahaya yang ditimbulkan buah ini umumnya karena konsumsi yang berlebihan. Jika dikonsumsikan dalam jumlah banyak dan terlalu sering maka kandungan glukosa yang tinggi dalam durian akan menjadi penyebab diabetes. Durian dapat menjadi lebih berbahaya bagi pencernaan jika dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Kandungan alkohol dan kolesterol dalam durian bisa mebahayakan kesehatan jantung.

Berkaitan dengan ibu hamil, banyak yang beranggapan buah ini dapat menyebabkan keguguran pada janin. Ini karena adanya efek panas setelah mengonsumsi buah durian. Namun demikian, rupanya belum ada bukti yang jelas secara medis tentang dampak negatif durian bagi kehamilan. Selama masih dalam jumlah yang wajar, ibu hamil diperbolehkan mengonsumsi buah durian.

Cara Memilih Bibit Durian Yang Baik

Menentukan dan memilih benih pohon durian merupakan dasar penentu suksesnya budidaya. Produktivitas buah bergantung pada jenis dan kualitas bibit yang akan ditanam. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit durian antara lain sebagai berikut ini.

Memilih biji durian untuk disemai:
– Pertama, jelas tidak ada cacat yang ditemukan pada fisik bibit durian.
– Jika diamati, biji berbentuk bulat lonjong serta permukaan mengkilap.
– Memiliki mata tunas pada biji.
– Berwarna kuning kecoklatan.
– Tidak tanda gangguan (bebas) dari hama dan penyakit.
– Terpenting, bibit durian berasal dari varietas unggul dan berkualitas.

Memilih bibit durian dari perbanyakan vegetatif
– Bibit durian dari perbanyakan okulasi, cangkok, sambung atau stek
– Pilih jenis durian dengan kwalitas bagus, jenis yang saat ini menjadi primadona adalah Durian Montong dan Durian Musangking, namun anda bisa juga memilih jenis lain karena tiap jenis memiliki keunggulan yang berbeda beda
– Bibit durian yang baik berbatang kuat, tegak, tidak melengkung.
– Ketinggian mencapai 60–80cm tergantung dengan umur dan varietesnya.
– Memiliki percabangan mulus, kuat, dan tumbuh ke segala arah.
– Akar kuat, dan bebas serangan penyakit akar.
– Tanaman sudah berumur 6 bulan hingga 7 bulan.
– Memiliki daun minimal 8 helai.
– Daun utuh tanpa ada tanda gangguan hama.

Tabulampot Tanaman Durian

Budidaya tanaman durian memang identik dengan kebutuhan lahan yang cukup luas mengingat secara umum pohon durian berukuran besar dan memiliki akar yang kuat. Namun demikian, budidaya durian dalam pot sudah banyak dilakukan para pecinta tanaman yang memiliki lahan terbatas meskipun memerlukannproses agak rumit. Berikut ini langkah budidaya durian dalam pot.

Menyiapkan bibit durian dan media tanam

  1. Siapkan karung yang diisi dengan media tanam berupa campuran tanah liat dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan 1:1.
  2. Buat lubang pada tanah seukuran karung untuk membenamkan karung yang berisi media tanam.
  3. Berikan pupuk fosfor, TSP, dengan 2 sdm atau setara 20gr sebelum karung dibenamkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan akar. Dapat pula menambahkan Furadan sebanyak 2 sdm untuk mencegah pertumbuhan bakteri pathogen.
  4. Benamkan karung yang sudah berisi media tadi
  5. Tanam bibit durian pada media
  6. Pemupukan dilakukan 2-3 kali setahun.

Pemindahan bibit durian ke dalam pot

  1. Siapkan pot yang diisi media tanam berupa campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:1.
  2. Tambahkan jerami untuk mempermudah drainase dan membentuk pori.
  3. Bibit yang akan dipindahkan sekiranya berumur 8-12 bulan.
  4. Pemindahan dilakukan beserta karung dan bola akar.
  5. Berikan perangsang akar 25ml per 10lt air.
  6. Perangsang akar diberikan setiap hari selama satu minggu.
  7. Selanjutnya berikan perawatan rutin seperti menyiram tanaman agar tetap subur.
  8. Jika berhasil, tanaman dapat berbuah di 2 tahun berikutnya.

Budidaya Durian Unggul

Lokasi yang Baik Untuk Menanam Bibit Durian

  • Pohon durian bisa tumbuh dengan sangat baik di daerah tropis basah yang memiliki curah hujan lebih dari 2000 mm/tahun serta tersebar secara menyeluruh sepanjang tahunnya kurang lebih selama bulan basah, 9-10 bulan/tahun serta 1-2 bulan kering, sebelum pohon durian berbunga. Intensitas cahaya 40-50% dan suhunya 22-30 derajat C.
  • Ketinggian tempat menanam bibit durian antara 100-500 Mdpl. Jika ditanam pada daerah lebih tinggi, hasil panen buah duriannya akan menurun. Bibit buah durian bisa tumbuh dengan subur bila ditanam di tanah dengan Ph 5-7 atau maksimal Ph 6-6,5. Kondisi drainase lahannya, dengan kedalam air tanah di antara 50 hingga 150cm atau 150-200cm.
  • Akar pohon durian sangatlah sensitif dan mudah busuk saat terendam air. Untuk itu kondisi tanahnya harus diperhatikan. Tanah grumosol serta tanah andosol merupakan jenis tanah yang paling sesuai untuk menanam bibit pohon durian, karena merupakan tanah yang kaya organik dan subur.

Proses Penanaman

Lahan yang akan digunakan untuk bertanam durian sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari rerumputan, sisa tebangan, tanaman liar lalau dibajak atau dicangkul. Di sekitar lahan atau kebun sebaiknya dibuat saluran drainase untuk menghindari adanya genangan. Kegiatan pengolahan lahan sebaiknya dilaksanakan pada waktu sebelum musim hujan.

Ukuran lubang tanam untuk tanaman durian dapat menggunakan ukuran panjang : lebar : tinggi yakni 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm atau disesuaikan dgn jenis tanah dan kondisi tanah. Penggalian tanah bagian atas (20 cm) dipisahkan oleh bagian bawah tambang dan kiri selama 2-3 minggu. Lubang tanam ditutup kembali, dengan tanah galian setelah dicampur dengan pupuk kandang organik/kompos sebanyak + 30 kg tiap lubang. Untuk Jenis tanaman durian genjah Jarak antara tanaman sebaiknya 10 x 10 m , dan Jarak antar tanaman untuk jenis durian menengah menggunakan 12 x 12 m.

Menanam saat musim hujan dilakukan di awal sore sehingga bibit yang sudah ditanam tidak langsung terkena sinar matahari. Bibit ditanam sekitar 5 cm di atas pangkal batang dan diikat ke batang / bambu sehingga tanaman dapat tumbuh tegak. Bibit yang baru ditanam harus diberi naungan untuk menghindari hujan deras sengatan matahari. Naungan dapat dibongkar setelah 3-5 bulan tanaman tua. Dianjurkan menutup tanah di sekitar tanaman dengan rumput / jerami sebagai mulsa agar kelembaban tanah dapat stabil.

Klik di sini! Rahasia Menanam Durian Agar Cepat Berbuah Maksimal

Perawatan Tanaman Durian Unggul

Tempat di sekitar tanaman durian sebaiknya disiangi dari rumput dan tanaman liar. Area yang perlu dibersihkan berjarak sekitar 1m persegi. Dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di tepinya. Selokan ini digunakan untuk pemupukan.

Pemupukan tanaman durian yang belum berbuah, dapat dilakukan dengan ketentuan berikut ini:

  • Pemupukan NPK (15:15:15) dilakukan 2 kali/tahun,
  • Tanaman umur 1 tahun, dosis pupuk NPK 40 – 80 gr/pohon/tahun,
  • Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 – 300 gr/pohon/tahun,
  • Tanaman umur 3 – 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 – 600 gr/pohon/tahun,
  • Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20kg/pohon.

Pemupukan pada tanaman yang sudah berbuah dapat dilakukan dengan dosis dan ketentuan seperti berikut ini:

  • Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60kg, urea 670gr, SP-36 890gr, KCl 530gr,
  • Saat pucuk mulai menua, urea 335gr, SP-36 445gr, KCl 265gr,
  • Dua bln setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650gr, KCl 150gr,
  • Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225gr, KCl 100gr,
  • Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150gr.

Perawatan rutin dapat dilakukan dengan penyiraman tanaman. Tahap awal penyiraman pertumbuhan dilakukan setiap pagi dan sore hari, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama (terlalu basah). Kebutuhan air selama vegetatif 4-5 L/hari dan selama produktif 10-12 L/hari. Setelah tanaman satu-bulan-tua penyiraman dilakukan 3 x /minggu. Jika tanaman sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kurangnya air dapat menyebabkan hilangnya buah. Tanaman durian akan membutuhkan banyak air setelah panen yang diperlukan untuk memulihkan tanaman kembali ke kondisi normal.

Untuk mempercepat pembuahan, dapat dilakukan penyerbukan buatan dengan beberapa tahapan langkah. Mengumpulkan serbuk sari dalam kantong plastik bersih dengan menggoyang-goyangkan bunga atau disapu dengan kuas halus. Penyerbukan buatan dilakukan pada malam hari sekitar jam 19.00-21.00, dengan mengoleskan serbuk sari pada kepala putik memakai kuas halus.

Setelah muncul tanda-tanda tanaman akan berbuah dapat dialkukan penjarangan. Langkah ini Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah, dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda). Penjarangan secara mekanis dapat dilakukan saat buah sebesar bola tenis dengan menyisakan tiap dompol 1-2 buah dengan bentuk normal, sehat dan bebas dari hama dan penyakit. Buah tidak saling bersinggungan dengan membuat jarak antara dompol dalam satu cabang 20-30cm.

Klik di sini! Rahasia Merawat Durian Agar Cepat Berbuah Maksimal

Panen Durian Unggul

Panen dilakukan ketika buah sudah tua dan sudah mulai tercium baunya, lalu sudah ada buah yang mulai jatuh karena tua dan matang. Ciri-ciri Tanaman Buah Durian Siap Panen antara lain :
Ujung duri kulit buah berwarna kecoklatan,

  • Warna garin diantara duri jelas dan kontras,
  • Ruang Tungkai membesar,
  • Berbau harum khas aroma durian,
  • Terdengar bunyi menggema apabila buah durian dipukul.

Penyakit dan Hama Tanaman Durian

Dalam budidaya durian, bisa saja kita mengalami kendala baik itu berupa penyakit maupun serangan hama. Berikut ini beberapa kendala yang mungkin terjadi beserta tips penanggulangannya.

1. Hama Penggerek Batang Durian

Hama yang sering menyerang tanaman durian adalah hama penggerek batang, Batocera Naminator, Xylentus Lenconotus, Lamzera Coffeae. Hama ini menyerang dengan membuat lubang pada batang, dahan dan ranting. Ciri-ciri serangan penggerek tersebut ditandai dengan adanya lubang yang disertai kotoran dan cairan berwana merah dari bekas kayu yang diserang penggerek, akibat serangan tersebut tanaman menjadi layu, daun–daun kering dan rontok akhirnya tanaman pun mengalami kematian. Pengendalian terhadap penggerek batang antara lain dengan cara sebagai berikut:

  • Menjaga sanitasi kebun dengan cara memusnahkan rumput–rumputan, gulma, tanaman inang, dan daun – daun durian yang sudah rotok.
  • Memotong dan memusahkan batang dan ranting yang terkena serangan hebat.
  • Menutup bekas lubang penggerek dengan kapas yang sudah diberi insektisida sistemik.
  • Menyuntik tanaman dengan menggunakan insektisida sistemik melalui akar atau daun.

2. Kutu Loncat pada Durian

Kutu loncat umumnya menyerang daun yang masih muda dengan cara menghisap cairannya. Gejala yang ditimbulkanya secara langsung adalah daun berwarna berbintik–bintik berwarna kecoklatan. Daun keriting berlubang, dan berukuran tidak normal/kerdil. Hama ini berukuran kecil, warnanya cokelat dan diselimuti benang–benang lilin berwarna putih sebagai hasil sekresinya. Pengendalian kutu loncat dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sistemik seperti: Curacron, Dursban, dll dengan konsentrasi 0,2 %.

3. Kutu Putih pada Durian

Hama kutu putih (Psendococus sp.) berbentuk bulat kehijauan dan tumbuhnya diselimuti oleh lapisan lilin agak keputihan. Kutu ini menyerang tanaman durian dengan menghisap cairan daun, hama ini juga menyerang penyakit embun jelaga. Kotoranya yang manis mengundang semut sehingga penyebaranya mengikuti semut. Akibat serangan kutu putih daun menjadi keriting dan merana. Bunga dan buah dapat mengalami kerontokan pemberantasan kutu putih harus sekaligus dengan embun jelaga dan semut yang menjadi sarana penyebaranya pemberantasan dapat dapat menggunakan insektisida dan akarisida.

4. Kanker Batang dan Mati Pucuk

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan phitophihora palmifora adalah penyakit yang cukup ganas dengan tingkat kematian hingga 50 %. Tanda–tanda yang terkena kanker adalah adanya luka yang mengeluarkan lendir berwarna merah pada kulit batang bagian bawah dekat tanah. Serangan yang hebat membuat batang menjadi busuk, kayunya terbuka dan berwarna merah kecoklatan berbintik merah dan atau ungu, bila serangan semakin mengganas tanaman dapat mati cendawan ini biasanya menyerang tanaman yang digunakan untuk batang bawah pengendalianya selain dengan menggunakan sanitasi kebun, memperlebar jarak tanam, menekan gulma, memangkas tanaman, dapat juga menyemprotkan fungisida (Benlate) pada tanaman atau dengan mengoleskan pada batang yang terluka lalu menutupnya dengan parafin.

5. Busuk Akar

Penyakit busuk akar dapat menyerang tanaman dewasa maupun yang masih bibit. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan pyhium vekans. Serangan ditandai dengan bercak nekrotik yang berawal dari ujung akar lateral. Jika akar dibedah pada bagian korteks akan terlihat warna cokelat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak cokelat. Penyakit busuk akar selain disebabkan oleh Phytmum Vexans dapat juga oleh Fisarium sp. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian langsung pada tanaman durian. Penanggulanganya dengan menyemprotkan fungisida dengan bahan aktif : metalaxyl, fosetyl alumunium, atau etridiazole tanaman yang sudah terserang dan mati sebaiknya dibakar dan bekas lubangnya diberi kapur, pencegahan dapat dilakukan dengan pada musim hujan sistem drainase kebun diperbaiki agar tidak terjadi genangan air yang dapat membusukan akar.

6. Bercak Daun

Penyebab terjadinya penyakit bercak daun adalah cendawan colletotrichun durionis. Gejala serangan ditandai dengan timbulnya bercak–bercak besar kering pada daun tanaman yang akhinya menjadi lubang, serangan ini dapat menyebabkan terganggunya fotosintesis pada daun, pengendalian bercak daun dapat dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang terserang atau dengan menyemprotkan fungisida yang berbahan aktif tembaga.

7. Jamur Umpas

Penyakit ini disebabkan oleh jamur umpas (Pink disease). Gejala yang ditimbulkan, yaitu munculnya cairan berwarna kuning pada bagian batang yang terserang dan diselimuti dengan benang–benang jamur berwarna metalik seperti sarang laba–laba. Pada kelembaban yang tinggi benang–benag tersebut akan berubah warna menjadi merah muda (Pink). Serangan jamur umpas ini dapat mengakibatkan kematian cabang, penanggulanganya dengan mengoleskan fungisida berbahan aktif tembaga pada bagian yang terserang. Mengurangi kelembaban diareal penanaman, memotong bagian yang terserang, dan menyemprot tanaman dengan fungisida seperti : Ditane M-45, dll.

8. Busuk Buah

Penyakit busuk buah disebabkan oelh cendawan phytophhthora palmivora. gejala serangan terlihat adanya bercak–bercak basah berwarna cokelat kehitaman pada kulit buah. Setelah beberapa lama buah akan busuk basah pada bagian yang terserang akan terbentuk miselium dan spogaria berwarna putih. Penanggulangan penyakit ini selain dengan menyemprotkan fungisida juga dibarengi dengan penyemprotan insektisida untuk membunuh serangga dan siput yang menjadi vektornya. Buah yang telah diserang harus dibuang.

9. Ujung Daun Mengering

Tanaman durian yang terserang penyakit ini ditandai dengan mengeringnya bagian ujung daun dan pinggir–pinggir daun dan berwarna cokelat. Penyebab penyakit ini adalah tanaman durian kekurangan unsure mikro Zn. Penyakit ini dapat mempengaruhi fotosintesis daun. Penanggulanganya dapat dilakukan degan menyemprotkan unsure mikro Zn pada daun. Selain karena kekurangan unsure Zn penyakit ini terjadi karena kekurangan air. Setelah tanaman disiram dan kebutuhan air telah tercukupi kondisi daun tanaman akan berangsur pulih.

10. Daging Buah Keras

Penyakit ini ditandai dengan mengerasnya beberapa bagian buah durian. Selain itu buahnya pun berwarna pucat dan rasanya hambar. Penyakit ini terjadi pada buah durian karena jumlah biji terlalu banyak, selain itu factor lain adalah kekurangan kalsium dan magnesium.

Demikian tadi Beberapa hal terkait durian yang perlu anda ketahui agar bibit durian yang anda tanam tumbuh dan berbuah maksimal. Tertarik untuk menanam durian? Hubungi kami di 085 743 852 768 Kami menjual bibit durian Unggul berbagai jenis. Bibit siap dikirim sampai kerumah anda, garansi bibit aman sampai tujuan karena kami memperlakukan bibit anda dengan sangat hati hati.

bibitbuahku

Belum ada review untuk Bibit Durian Unggul Terlengkap – Mengupas Durian Dari Penanaman Sampai Durian Berbuah

Silahkan tulis review Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

12345

Produk Terkait Bibit Durian Unggul Terlengkap – Mengupas Durian Dari Penanaman Sampai Durian Berbuah

Mungkin Anda tertarik dengan produk terbaru kami.

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan