Buka jam 07.00 s/d jam 22.00 , Sabtu- Minggu Tetap Buka
Beranda » Artikel Terbaru » Beberapa Jenis Mangga Raksasa

Beberapa Jenis Mangga Raksasa

Diposting pada 22 March 2017 oleh Fatkhul

Beberapa Jenis Mangga Raksasa – Sebelumnya sempat menjadi primadona mangga yang memiliki ukuran sangat besar yang berasal dari Malaysia, siapa lagi kalau bukan Mangga Mahatir. yang memiliki berat mencapai 3-4 kg/ buah. Kini hadir lagi 3 jenis mangga raksasa dari thailand.

mangga raksasa

Mangga kiojay berbobot 1,2 kg, buahnya nonstop sepanjang tahun

Tiga mangga raksasa asal Thailand berbuah di Indonesia.

Pohon mangga setinggi 5 meter menjulang di halaman depan kediaman Wiwik Wijayahadi di Yogyakarta. Pada Juni 2014, saat pohon mangga lain baru berbunga, pohon itu justru berbuah lebat. Setiap musim pohon itu menghasilkan 200 buah, yang bergelayutan di ujung-ujung ranting. Keharuman khas mangga menguar ke udara. “Tetangga yang lewat pasti berhenti persis di bawah pohon, terpana melihat ukuran buahnya,” ujar Wiwik. Saat panen Wiwik membagikan mangga itu kepada tetangga, sanak saudara, dan kerabat.

Pantas setiap orang terpana melihat mangga istimewa itu. Ukurannya jumbo, berbobot 2,2 kg, meski rata-rata 1,6-1,7 kg per buah. Bobot mangga lokal yang banyak dijumpai di pasaran cuma berkisar 300- 400 g (arumanis) dan 200-300 g (gedong gincu). Penampilan luar pun menarik dengan warna hijau berpadu semburat merah kekuningan di ujung buah. Sosok itulah yang menarik perhatian pengendara atau pejalan kaki yang melintasi depan rumah Wiwik. Mereka terpesona pada penampilan buah di halaman rumah manajer pemasaran perusahaan pestisida multinasional itu.

Warna kulit itu amat kontras dengan warna daging buah yang kuning. Menurut Indira Devi, penggemar mangga di Depok, Jawa Barat, rasanya manis serupa mangga arumanis. Tekstur daging buah lebih padat, lembut tanpa serat dan sedikit bertepung. Sensasi rasa manis langsung menyerbu lidah saat gigitan pertama. Itulah Mangga Kiojay. Mangga yang tumbuh di halaman rumah Wiwik itu berasal dari Ayutthaya, kota di utara Bangkok, Thailand.

Sepanjang tahun

Wiwik mendapatkan Mangifera indica bongsor itu dalam perjalanan dinas ke Negeri Gajah Putih pada Juli 2007. Di sela perjalanan, ia menyempatkan mampir ke toko pertanian. Di sana ia melihat sosok mangga jumbo itu. Segera ia merogoh kocek untuk mencecap rasa daging buah si raksasa. Begitu merasakan kelegitan daging buah yang kenyal tetapi lembut bebas serat, ayah 2 anak itu segera memboyong bibit kiojay seharga 200 bath atau sekitar Rp60.000.
Sesampainya di Indonesia, Wiwik langsung memindahkan bibit ke dalam ember bervolume 15 liter dan meletakkannya di halaman rumah.

Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada itu tak perlu menunggu lama. Tujuh bulan berselang, pendatang baru itu langung berbunga dan berbuah. Ukurannya serupa mangga yang ia nikmati di Thailand. Ia langsung memindahkan pohon itu ke tanah di halaman depan rumah agar pertumbuhan cepat.

Wiwik memanen kiojay pada hari ke-150 hari sejak bunga mekar. Ciri-cirinya, muncul lapisan lilin-mirip bedak-di kulit. Jika lapisan lilin menyelimuti ujung sampai bagian tengah buah, menunjukkan kematangannya baru 50%. Tetapi, jika sudah sampai ke pangkal mengindikasikan kematangan mencapai 60-70%. “Rasa buah sudah manis meski belum matang sempurna,” ujar Wiwik. Panen muda menyebabkan kiojay tahan simpan sampai 2 pekan pascapetik. Menurut Narin Watana Anurak, penangkar tanaman buah di Klari, Karawang, Jawa Barat, kiojay tergolong mangga yang bisa dikonsumsi sebelum matang penuh. Mangifera indica asal Negeri Siam itu juga adaptif dan stabil, terbukti tak ada perubahan sifat antara kiojay di Thailand dengan di tempat Narin (baca: Mangga Ningrat Kini di Karawang, Trubus edisi Juni 2007).

mangga raksasa

Mangga emperor, bobot 1,2-1,3 kg

Kelebihan lain, saat sedang tak musim mangga, pohon itu justru berbuah lebat. Sejak 2012, pohon kiojay berbuah terus- menerus selama 22 bulan. Kemunculan buah di pohon tak serempak. “Awalnya tumbuh bunga di bagian utara. Setelah itu menyusul di timur, barat, dan terakhir selatan,” ujar Wiwik. Menurut Ir Muryati, MP, peneliti mangga di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), Solok, Sumatera Barat, fenomena itu terjadi lantaran faktor genetik mangga Thailand yang mempu berbuah meski curah hujan tinggi. Bandingkan dengan mangga lokal yang membutuhkan sedikitnya 3 bulan kering tanpa hujan untuk bisa berbuah.

Kecepatan pertumbuhan bergantung banyak faktor, seperti ketersediaan hara dan air di dalam tanah. Wiwik memberi Urea, SP-36, KCl, dan Phonska yang disatukan dalam bentuk tablet. Pria 46 tahun itu juga menambahkan sedikit serbuk kalsium untuk mencegah pecah buah. Ia memberikan 300-350 gram pupuk setiap 2 bulan. Aplikasi dengan membuat lubang sedalam 10 cm berjarak 30-50 cm dari batang tanaman, lalu membenamkan pupuk ke dalam lubang.

Mangga Raksasa Minim serat

mangga raksasa

Namdokmai man asal Thailand, biji sangat pipih

Mangga jumbo lain tumbuh di kebun Ricky Hadimulya, penangkar buah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ricky membibitkan berbagai jenis mangga raksasa, antara lain nam dok mai (NDM) man. Ia memperoleh bibit mangga itu saat berkunjung ke Thailand. Berbeda dengan NDM pendahulunya yang cuma berbobot 300-500 gram, NDM man jumbo dengan bobot minimal 1,5 kg. Panjang NDM man mencapai 25 cm dan diameter buah sekitar 30-35 cm. Kulit buah NDM man matang hijau tua dengan sedikit semburat warna kuning. Saat dikupas, daging buah kuning pucat di bagian tengah dan kuning keputihan di bagian pinggir. Daging buah tebal, bertekstur lembut dengan sedikit serat, sangat istimewa untuk buah mangga. Biji NDM man sangat tipis. “Ini mangga kesukaan saya,” ujar Ricky.

Selain NDM man, mangga jumbo lain koleksi Ricky adalah emperor. Mangga asal Taiwan itu berbobot 1,2-1,3 kg. Warna kulit emperor hijau dengan semburat kemerahan di bagian yang terkena sinar matahari. Penikmat rujak patut mengoleksi emperor lantaran daging buahnya manis segar meski masih muda. Saat matang rasanya lebih manis dan tanpa serat.

Ricky mengebunkan kedua mangga raksasa itu di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat Trubus bertandang ke kebunnya, ada 3 pohon NDM man berumur 6 tahun setinggi 4 m dan 3 pohon emperor berumur 4 tahun setinggi 3 m. Pohon-pohon itu ia jadikan pohon induk. Tetapi, para kolektor mesti bersabar jika hendak menanam karena ketersediaan bibit masih terbatas. (Kartika Restu Susilo-TRUBUS)

Releated:

mangga varietas baru, mangga emperor, mangga kiojay, mangga namdokmai, buah mangga besar, mangga manis, mangga tanpa serat, mangga impor, buah mangga biji pipih, mangga rimbun, mangga jumbo, mangga raksasa, jenis mangga jumbo, jenis mangga raksasa, mangga berukuran besar, buah mangga terbesar, mangga mahatir, bibit mangga raksasa, jual bibit mangga jumbo

Bagikan informasi tentang Beberapa Jenis Mangga Raksasa kepada teman atau kerabat Anda.

Beberapa Jenis Mangga Raksasa | Bibit Buahku

6 komentar untuk Beberapa Jenis Mangga Raksasa

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan